Selamat Datang di suciati19.blogspot.com Selamat Datang di suciati19.blogspot.com

Selasa, 16 Desember 2014

PERPAJAKAN 1 Materi PPN dan PPnBM : PPN masukan dan PPN keluaran



KUIS
SOAL
1.    PT.Angin Ribut sebuah perusahaan yang bergerak dibidang usaha Industri Percetakan di Purwokerto mempunyai kegiatan sebagai berikut :
a.      1 Januari 2010 mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP.
b.      10 Januari 2010 melakukan impor mesin cetak senilai Rp.1.000.000.000,- dan telah disetor PPN atas impor tersebut.
c.       12 Januari 2010 membeli bahan baku kertas senilai Rp.500.000.000,- dan PPN atas pembelian tersebut telah dibayarkan kepada penjual sebesar Rp.50.000.000,-
d.      1 Pebruari 2010 mulai berproduksi
e.      10 Pebruari 2010 melakukan penjualan senilai Rp.300.000.000,-
f.        15 Pebruari 2010 mendaftarkan diri menjadi Pengusaha Kena Pajak dan mendapatkan Nomor PKP
g.    20 Pebruari 2010 membeli bahan baku kertas senilai Rp.600.000.000,- dan PPN atas pembelian tersebut telah dibayarkan kepada penjual sebesar Rp.60.000.000,-
h.    1 Maret 2010 melakukan penjualan senilai Rp.300.000.000,-
i.      21 April 2010 membeli bahan baku kertas senilai Rp.400.000.000,- dan PPN atas pembelian tersebut telah dibayarkan kepada penjual sebesar Rp.40.000.000,-
j.      1 Mei 2010 melakukan penjualan senilai Rp.200.000.000,- kepada bendaharawan Dinas pendidikan kab.Banyumas
k.    11 Juni 2010 membeli bahan baku kertas senilai Rp.300.000.000,- dan PPN atas pembelian tersebut telah dibayarkan kepada penjual sebesar Rp.30.000.000,-
l.      1 Juli  2010 menggunakan kertas untuk kepentingan perusahaan dengan senilai Rp.10.000.000,- seandainya kertas tersebut dijual, dengan HPP senilai Rp.8.000.000,-
m. Atas pembelian pada tanggal 12 Januari 2010 dilakukan retur senilai Rp.20.000.000,-
n.    10 Juli 2010 melakukan penjualan senilai Rp.400.000.000,-
o.    11 Juli 2010 melakukan penjualan senilai Rp.550.000.000,-
p.    13 Juli 2010 melakukan penjualan senilai Rp.250.000.000,-
q.    14 Juli 2010 atas penjualan 10 Juli 2010 dilakukan retur senilai Rp.30.000.000,-
Hitung PPN yang kurang atau lebih disetor masa Januari s/d Juli 2010 ?

MATERI PERAJAKAN 1 Penyusutan,Amortisasi dan Revaluasi Beserta Kunci Jawaban



Soal Latihan Perpajakan
1.    PT. SUKSES SELALU pada bulan Desember 2014 membeli beberapa kendaraan untuk operasional kantor seharga Rp. 1.000.000.000,00 dengan masa manfaat 8 tahun. Saudara diminta menghitung beban depresiasi sampai tahun ke delapan. (menggunakan metode garis lurus dan saldo menurun)

2.    PT. SEHAT SELALU pada tanggal 3 Juni 2014 mengeluarkan uang sebanyak Rp. 500.000.000 untuk memperoleh hak lisensi dari Morinaga selama 4 tahun untuk memproduksi susu. Saudara diminta menghitung besarnya amortisasi sampai dengan tahun ke empat. (menggunakan metode saldo menurun dan garis lurus)

3.    PT. Balekno mengeluarkan uang sebanyak Rp. 2.000.000.000,00 untuk memperoleh hak penambangan minyak bumi. Kandungan minyak bumi ditaksir sebanyak 10.000.000 barel. Produksi minyak bumi selama tahun 2014 sebanyak 2.500.000 barel. Saudara diminta menghitung amortisasi selama tahun 2014.

4.    Pada akhir tahun 2014, PT. IZZAKU IKKI melakukan penilaian kembali aktiva tetapnya. Nilai buku fiscal aktiva yang dinilai kembali per 31 Desember 2014 adalah Rp. 300.000.000,00. Nilai wajar aktiva tersebut adalah Rp. 345.000.000,00. Saudara diminta menghitung PPh atas selisih lebih penilaian kembali aktiva tersebut.

JAWABAN

1.    Metode garis lurus
Tahun 2014 = 1/12 x 12.5% x 1.000.000.000 = 10.416.667
Tahun 2015 = 12.5% X 1.000.000.000 = 125.000.000
s.d Tahun 2021 penyusutan 125.000.000
Tahun 2022 = 11/12 X 12.5% X 1.000.000.000 = 114.583.333

Metode Saldo Menurun Ganda
Tahun 2014 = 1/12 X 25% X 1.000.000.000 = 20.833.333
Tahun 2015 = 25% X 979.166.667 =  244.791.667
Tahun 2016 = 25% X  734.375.000 =  183.593.750
Tahun 2017 = 25% X  550.781.250 =  137.695.313
Tahun 2018 = 25% X  413.085.938 =  103.271.484
Tahun 2019 = 25% X  309.814.453 =  77.453.613
Tahun 2020 = 25% X  232.360.840 =  58.090.210
Tahun 2021 = 25% X  174.270.630 = 43.567.657
Tahun 2022 =  130.702.972
2.    Metode garis lurus
Tahun 2014 = 7/12 x 25% x 500.000.000 = 72.916.667
Tahun 2015 = 25% X 500.000.000 = 125.000.000       
Tahun 2016 = 25% X 500.000.000 = 125.000.000
Tahun 2017 = 25% X 500.000.000 = 125.000.000
Tahun 2018 = 5/12 X 25% X 500.000.000 = 52.083.333

Metode Saldo Menurun Ganda
Tahun 2014 = 7/12 X 50% X 500.000.000 = 145.833.333
Tahun 2015 = 50% X 354.166.667 = 177.083.333
Tahun 2016 = 50% X  177.083.333 = 88.541.667
Tahun 2017 = 50% X  88.541.667 = 44.270.833
Tahun 2018 = 44.270.833

3.    2.500.000 / 10.000.000 X 100% = 25%
Amortisasi = 25% X Rp. 2.000.000.000 = 500.000.000

4.    Nilai wajar aktiva                                                         Rp. 345.000.000
Nilai buku fiscal aktiva                                               Rp. 300.000.000
selisih lebih penilaian kembali aktiva                     Rp.   45.000.000

PPh = Rp.   45.000.000 X 10% = Rp. 4.500.000

Senin, 15 Desember 2014

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1 MATERI : PIUTANG UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL



TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1

MATERI : PIUTANG

2.   PT. Mutiara menggunakan metode Cadangan untuk mencatat kerugian  piutang dagangnya. Berikut ini informasi yang berhubungan dengan kerugian piutang perusahaan selama tahun 2001.
19/1   Dihapuskan piutang kepada CV. Tidar Rp. 480.000
 9/4     Diterima kembali seluruh piutang dari PT. Agung yang telah dihapuskan pada
tahun lalu Rp. 1.100.000
31/7    Diterima 40% dari piutang Firma Bintang yang seluruhnya berjumlah Rp.
340.000, sedangkan sisanya dihapuskan
15/8  Dihapuskan piutang pada toko Matahari Rp. 2.800.000 dan kepada CV. Andhika
Rp. 725.000,-
26/9 Diterima 25 % dari piutang PT. Wastu Kencana yang seluruhnya Rp. 4.200.000,-
sedangkan sisanya dihapuskan.
16/10  Diterima seluruh piutang PT. Waluya Rp. 790.000,- dan telah dihapuskan dua
bulan yang lalu.
31/12  Kerugian piutang ditaksir 1.5 % dari penjualan kredit bersih yang seluruhnya Rp.
399.000.000
Saldo Rekening piutang dengan tanggal 31/12 Rp. 110.850.000 dan Saldo awal (1/1) Rekening Cadangan kerugian piutang Rp. 5.300.000,-
Ditanya :
a. Buat jurnal transaksi di atas.
b. Tentukan saldo cadangan kerugian piutang per 31/12 dan nilai bersih piutang per 31/12.

3.   Berikut ini adalah sebagian data yang berhubungan dengan piutang dagang dari PT. Ikmi selama bulan Januari 2001 :
 02 Kerugian piutang ditaksir 2% dari penjualan kredit bersih yang seluruhnya berjumlah
Rp. 25.000.000
10 Piutang dagang Tn. Oded sebesar Rp. 150.000 dihapuskan karena yang bersangkutan sudah tidak mampu lagi membayar.
15 Diterima kembali seluruh piutang dari CV. Gerhana yang telah dihapuskan pada tahun yang lalu sebesar Rp. 1.500.000
18 Diterima kembali 35% piutang dari PT. Gembira yang seluruh piutangnya berjumlah Rp. 35.000.000, sedangkan sisanya dihapuskan.
23 Dihapuskan piutang kepada PT. Andika dan PT. Marhaba masing-masing sebesar Rp. 500.000 dan Rp. 750.000.
30 Diterima kembali 25% piutang dari PT. Matahari yang seluruhnya jumlah Rp. 1.750.000 sedangkan sisanya akan dibayar dua bulan kemudian.

Diminta :  
Berdasarkan transaksi di atas, buat jurnal berdasarkan Allowance and Direct Write Off Method




JAWABAN :
2. A. JURNAL
TGL
KETERANGAN
DEBIT
KREDIT
2001



19/1
Allowance For Bad Debt
480.000


Account Receivable

480.000
9/4
Account Receivable
1.100.000


Allowance For Bad Debt

1.100.000

Cash
1.100.000


Account Receivable

1.100.000
31/7
Cash
136.000


Allowance For Bad Debt
204.000


Account Receivable

340.000
15/8
Allowance For Bad Debt
3.525.000


Account Receivable

3.525.000
26/9
Cash
1.050.000


Allowance For Bad Debt
3.150.000


Account Receivable

4.200.000
16/10
Account Receivable
790.000


Allowance For Bad Debt

790.000

Cash
790.000


Account Receivable

790.000
31/12
Bad Debt Expense
5.985.000


Allowance For Bad Debt

5.985.000

(Pendektan R/L= Penj. Kredit Bersih)



B.
ü  Saldo Cadangan Kerugian Piutang = 5.300.000 + 5.985.000 = 11.285.000
ü  Nilai Bersih Piutang = 110.850.000 – 8.545.000 = 102.305.000

3.
TGL
DIRECT WRITE OFF
ALLOWANCE METHOD
2001


2/1
-
Bad Debt Expense            500.000


Allowance For Bad Debt       500.000
10/1
Bad Debt Expense     150.000
Allowance For Bad Debt 150.000

Account Receivable      150.000
Account Receivable                150.000
15/1
Account Receivable   1.500.000
Account Receivable         1.500.000

Bad Debt Expense        1.500.000
Allowance For Bad Debt       1.500.000

Cash                              1.500.000
Cash                                    1.500.000

Account Receivable      1.500.000
Account Receivable               1.500.000
18/1
Account Receivable   12.250.000
Account Receivable         12.250.000

Bad Debt Expense        12.250.000
Allowance For Bad Debt       12.250.000

Cash                              12.250.000
Cash                                    12.250.000

Account Receivable      12.250.000
Account Receivable               12.250.000
23/1
Bad Debt Expense     1.250.000
Allowance For Bad Debt    1.250.000

Account Receivable      1.250.000
Account Receivable                1.250.000
30/1
Account Receivable   437.500
Account Receivable         437.500

Bad Debt Expense        437.500
Allowance For Bad Debt       437.500

Cash                              437.500
Cash                                    437.500

Account Receivable      437.500
Account Receivable               437.500